Mengenali Ide Rumah Terbuka dalam Arsitektur Kekinian

Mengenali Ide Rumah Terbuka dalam Arsitektur Kekinian

rumah terbuka

Design rumah terbuka menjadi trend dalam arsitektur kekinian semenjak tahun 1990-an.

Ide ini fokus pada penyatuan beberapa ruang supaya rumah berasa lebih luas. Salah satunya misalnya dapat disaksikan di rumah di Premier Estate 3 Bekasi.

Menurut definisinya sendiri, ide rumah terbuka (open floor rencana) merujuk pada suatu tempat tinggal di mana dua ataupun lebih ruang dipadukan untuk membuat tempat yang semakin besar dengan hilangkan dinding partisi seperti tembok.

Dengan menyatukan dapur dan kamar makan, kamar makan dan ruangan tamu, atau bahkan juga ke-3 nya, kita dapat memperoleh “ruangan komunal” di sisi tengah rumah.

Secara seni, rasa transparansi dan mobilisasi lebih gampang pada denah lantai terbuka.

Tetapi sudah pasti, tak berarti semua ruang harus tersambung, tidak berarti tidak ada pemisah benar-benar didalamnya.

Denah lantai terbuka cuman berlaku untuk tempat umum di tengah-tengah rumah, dengan pengecualian kamar mandi, powder room, ruang tidur, walk in closet mini dan ruangan kerja.

Untuk memperjelasnya, silahkan kita baca riwayat singkat mengenai rumah lantai terbuka berikut ini.

Riwayat Rumah Terbuka

Ide rumah dengan lantai terbuka sebagai ide yang relatif baru dalam design arsitektur kekinian.

Merilis dari beragam sumber, saat sebelum Perang Dunia II mayoritas rumah di Eropa memakai basic floor rencana di mana lorong khusus berperan sebagai “arteri” yang tersambung dengan beragam ruang disekelilingnya.

Dalam denah ini, dapur umumnya ditempatkan pada bagian belakang rumah karena dipandang seperti tempat individu dan benar-benar tidak bisa dipakai sebagai tempat bergaul.

Sampai tahun 1950-an, dapur benar-benar terlarang untuk dimasuki oleh beberapa tamu.

Baca Juga :  Penjelasan Bentuk Produk, Maksud, Manfaat serta Saran Pakar 

Ide open rencana atau rumah terbuka mulainya berlaku pada periode pascaperang, di mana satu rumah biasa ditempati oleh keluarga dalam jumlah besar hingga penyekat mulai dikurangkan untuk memberi kesan-kesan lebih luas.

Disamping itu, untuk menampung kepadatan warga yang semakin tinggi, beberapa rumah yang “dipadatkan” ke ukuran yang serupa, terutamanya yang berada di perkotaan.

Oleh karenanya, mayoritas rumah tak lagi mempunyai kemewahan seperti perpustakaan mini, ruangan belajar anak atau sekedar ruangan baca di dalam rumah.

Kebalikannya, anak-anak harus kerjakan tugas rumah mereka di meja kamar makan atau ruangan tengah.

Saat ini, denah terbuka mulai terpusat pada dapur yang malah jadi pusat aktivitas sosial di rumah.

Tidaklah aneh jika ada beberapa tempat tinggal yang menyuguhkan dapur dengan mini bar didalamnya.

Satu diantaranya ialah Klaster Monterrey at Citraland Cibubur, yang bisa saja opsi pas untuk Anda yang mencari rumah dipasarkan di Bogor.

Semenjak tahun 1990-an, denah lantai terbuka nyaris jadi standard untuk konstruksi rumah kekinian, khususnya beberapa rumah yang berada di perkotaan.

Trend itu berlaku sampai sekarang ini, di mana istilah denah lantai terbuka, ide rumah terbuka, atau ruangan serba buat sukses menambahkan nilai ke rumah yang hendak dipasarkan.

Tetapi, ada banyak rintangan tertentu untuk ide ini. Satu diantaranya ialah mobilisasi yang cukup padat hingga memunculkan keributan visual di rumah.

Bagaimana juga, sebagian orang masih menyenangi ide rumah tertutup (closed floor rencana) dengan ruang terpisah karena lebih menyenangi privacy dalam tiap ruang.

Selanjutnya, kita akan mengulas beberapa  kekurangan dan kelebihan dari denah rumah terbuka.

Keuntungan Denah Rumah Terbuka

Ada sejumlah keuntungan yang dapat diperoleh bila Anda pilih rumah dengan ide open rencana, misalnya:

Ruangan Terlihat Lebih Besar dan Jelas

Dampak paling riil sesudah menyatukan ruangan keluarga dengan dapur ialah penampilan tempat tengah rumah yang lebih minimalis.

Dengan menghapus design penyekat dapur dan ruangan keluarga, interior rumah juga jadi lebih luas, semakin besar, serta lebih jelas.

Baca Juga :  Persis apa itu sebenarnya Konsep Internal? (Semua Anda Perlu Tahu)

Dekatkan Anggota Keluarga

Biasanya, ruangan keluarga jadi tempat bergabung semua bagian keluarga di dalam rumah, entahlah di waktu luang atau pada hari liburan.

Tetapi saat ini, beberapa orang yang lakukan aktivitas keluarga di tempat dapur.

Menyatukan ruangan keluarga dengan dapur memiliki arti memadukan ke-2  tempat komunal ini jadi satu.

Tentu saja, bergabung dengan keluarga atau rekan akan menjadi lebih membahagiakan.

Sekalian santai, Anda dapat mempersiapkan makanan di dapur. Ini akan kurangi hati terisolasi yang umum didapat dari mengolah di dapur konservatif yang terpisah dengan ruangan tamu.

Design rumah terbuka juga benar-benar pas untuk Anda yang menyukai melangsungkan famili gathering atau makan malam bersama famili di dalam rumah.

Mobilisasi yang Gampang

Gabungan dapur-ruang tamu memberi akses yang lebih gampang ke ruang-ruangan disekelilingnya, seperti ruang tidur atau bahkan juga halaman belakang rumah.

Dalam ide open rencana, kamar makan umumnya berada antara ruangan keluarga dan dapur.

Biasanya, kamar makan yang ada dalam tempat tinggal kekinian tergabung dengan ke-2  ruang itu, dan umumnya sudah diperlengkapi oleh kitchen island atau mini bar.

Saat ini, telah ada beberapa rumah yang sediakan furniture seperti kitchen island ataupun lebih dikenali sebagai rumah fully furnished.

Misalkan saja Grand Rekreasi Bekasi atau Myza di BSD City.

Lebih Gampang Memantau Anak

Ide rumah terbuka akan menolong Anda yang mempunyai balita.

Gabungan dapur dan ruangan keluarga dalam design rumah terbuka minimalis memungkinkannya Anda untuk mengolah sekalian memantau anak-anak.

Ini akan membuat Anda mengolah lebih tenang tak perlu cemas. Anak-anak akan berasa semakin nyaman dengan kedatangan Anda disekitaran mereka.

Lebih Gampang Dibikin bersih

Point satu ini cukup relatif. Tetapi dengan semua pemikiran, ruang terbuka lebih gampang dibikin bersih dibanding ruang yang sarat dengan penyekat.

Ini karena rumah dengan ruang terbuka mempunyai semakin sedikit pojok, hingga bisa tingkatkan efektivitas sekalian kecepatan dalam bersihkan ruang.

Disamping itu, denah lantai terbuka akan memberi semakin banyak kebebasan dalam atur dan pilih furniture di ruangan tengah.

Baca Juga :  Apa Betul Cafe Hijau Lebih Sehat buat Jadikan Tempat Tongkrongan

Sekedar panduan, bila Anda menyenangi design interior dengan style minimalis, Anda dapat pilih furniture multi-fungsi atau built in yang sesuai style ruang.

Kekurangan Denah Rumah Terbuka

Susah untuk Memanasi atau Mendinginkan Ruang

Rumah dengan ruang besar dan langit-langit tinggi sering lebih boros energi.

Oleh karenanya, rumah plafon tinggi biasa menggunakan jendela memiliki ukuran lebar untuk mengoptimalkan sinar yang masuk sekalian memberi kehangatan tambahan ke rumah.

Tetapi tempat tinggal seperti ini, terhitung rumah dengan ide terbuka, kurang pas dengan daerah yang mempunyai temperatur yang berbeda-rubah.

Bila denah rumah secara umum memungkinkannya kita untuk memanasi atau mendinginkan ruang tertentu, rumah dengan denah lantai terbuka tidak bisa lakukan ini.

Tidak ada alternatif lain selainnya memanasi atau mendinginkan semua ruang karena tidak ada penyekat di sisi tengah ruang.

Ongkos Konstruksi Lebih Tinggi

Tanpa dinding partisi, ide rumah terbuka benar-benar tergantung pada baja atau balok laminasi untuk penyangga.

Tentu saja, ini mengakibatkan ongkos pembuatan rumah yang tambah mahal. Untungnya, masih tetap ada rumah open rencana pada harga yang dapat dijangkau.

Satu diantaranya ada di Perumahan Grand Cinunuk Bandung, yang dibandrol pada harga Rp500 juta-an saja.

Kontrol Suara yang Jelek

Tiadanya penyekat atau partisi untuk merintangi keributan membuat rumah terbuka jadi lebih berisik dibanding rumah biasa.

Untuk menahan suara, Anda dapat memakai penyekat rumah minimalis yang fleksibel tetapi cukup tebal untuk menahan suara di ruangan tengah.

Rumah Dapat Kelihatan Amburadul

Salah satunya keuntungan dari denah lantai biasa ialah batasi perlengkapan dan dekor dalam ruangan tertentu.

Di rumah terbuka, beragam perlengkapan dapat bersatu jadi satu. Bila tidak dapat mengendalikannya, rumah akan kelihatan amburadul.

Minimnya Privacy

Denah lantai terbuka benar-benar baik untuk aktivitas sosial, tapi membuat kita susah untuk mendapati ruang khusus untuk sekedar membaca atau santai.

Pemakaian penyekat rumah masih jadi pilihan terbaik untuk menangani permasalahan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *