7 Konsep Dasar Arsitektur

7 Konsep Dasar Arsitektur

arsitektur

Proportion (Proporsi)

Sebagai perbedaan antara satu sisi dengan sisi lain,atau di antara beberapa bagian dengan elemen keseluruhnya secara visual memberi dampak membahagiakan, maknanya tidak ada keganjilan dari sisi wujud atau warna.

Kecocokan dimensi dari komponen arsitektur dengan sekitar lingkungan dan peranan dan faktor arsitektural yang lain seperti lokasi, status, dan dimensi objek yang lain. Konsep ini semakin lebih gampang diaplikasikan, karena kitu dapat ikuti standard umum yang telah diputuskan hingga dapat meminimalkan berlangsungnya pembagian yang tidak estetis pada design.

Irama (Accentuation dan Rhythm)

ialah komponen design yang bisa mengunggah emosi atau hati yang paling dalam. Di dalam seni visual irama sebagai satu objek yang diikuti dengan system perulangan dengan teratur.

Konsep irama dalam design arsitektur sendiri dipisah jadi dua tipe irama. Pertama ialah irama statis. Dalam design arsitektur, irama statis sebagai perulangan dengan skema yang serupa dan stabil.

Misalnya dapat seperti penempatan kolom dalam jarak tiap 3 mtr. secara stabil. Penerapan yang lain dapat berbentuk penerapan dekor hiasan dinding seperti frame photo dengan status dan jarak yang serupa secara stabil.

Konsep design arsitektur irama yang ke-2  ialah irama aktif, di mana factor pemasti perulangan irama dapat lebih satu faktor dan bervariatif. Dalam design arsitektur, contoh dari penerapan konsep irama aktif ialah skema warna pada fasad rumah atau fasad bangunan yang diselang-seling dengan teratur dan stabil. Contoh dalam warna misalkan coklat-putih-hijau. Implementasi lain dalam design arsitektur dapat seperti pengaturan perlengkapan bangku – meja – bangku – bangku – meja – bangku dan sebagainya.

Baca Juga :  Ruang Makan: Kegunaannya serta Peluangnya dalam Perencanaan

Formasi (Sequence)

ialah satu perubahan atau peralihan pengalaman dalam penilaian pada formasi.urut-urutan yang bagus perubahan atau peralihan ini mengucur secara baik, tanpa surprise yang tidak tersangka, tanpa peralihan yang tiba-tiba. Arah implementasi konsep urut-urutan seperti pada arsitektur untuk menuntun pengunjung ketempat tujuan dan sebagai penyiapan ke arah klimaks.

Formasi atau sequence dalam design arsitektur ialah pengaturan komponen keseluruhannya supaya jalur jadi lebih nyaman. Contoh implementasi formasi pada design arsitektur yang termudah dimengerti ialah pengaturan denah formasi ruangan, seperti saat ingin mengatur interior ruangan tamu.

Dalam design arsitektur, tiap ruangan biasanya terdiri jadi tiga peranan zone yakni public, privat, dan servis. Zone public tersangkut beberapa fungsi di mana ruangan itu memungkinkan dipakai oleh orang di luar dari anggota pokok pemakai rumah seperti ruangan tamu atau teras.

Zone privat dalam design arsitektur ialah zone di mana perannya secara terbatas cuman ditujukan untuk keluarga pokok yang tinggal di rumah seperti ruang tidur. Dan zone servis sebagai tempat di mana perannya lebih ditujukan untuk aktivitas memiliki sifat pemeliharaan dan perawatan rumah seperti dapur, gudang, atau ruangan laundry.

Tiap ruang perlu ditata sesuai jalur zone dan peranan ini. Seperti ruangan tamu yang ada paling depan dan ruang tidur yang tidak bertemu atau berdekatan langsung dengan zone servis seperti dapur.

Kesetimbangan (Balance)

ialah satu kualitas riil dari tiap objek di mana perhatian visuil dari 2 bagian dari dua segi dari pusat kesetimbangan (fokus perhatian) ialah sama.

Design arsitektur yang bagus ialah design yang imbang. Untuk itu konsep dalam design arsitektur setelah itu balance. Kesetimbangan dalam design arsitektur sendiri dipisah jadi dua.

Konsep kesetimbangan design arsitektur ialah kesetimbangan yang simetris. Tentukan formasi kesetimbangan yang simetris termasuk lumayan gampang. Cukup khayalankan ada garis di bagian tengahnya object arsitektur dan apa ke-2  segi memilik visual yang sama atau seperti reflektif. Ini dapat terjadi dalam pengaturan perlengkapan dan furniture, dekor dinding, fasad, dan pengaturan denah bangunan.

Baca Juga :  Area Luar Biasa: Kiat untuk Membuat Outlet Penjualan yang Melibatkan

Selainnya design arsitektur yang simetris, kesetimbangan bisa juga diraih dengan formasi design arsitektur asimetris, di mana pengaturan menyengaja dibuat tidak imbang dengan mengutamakan kontras pada salah satunya titik atau segi di di dalam ruangan. Konsep design arsitektur asimetris termasuk cukuplah berefek karena dibutuhkan sense of art yang tinggi untuk dapat membuat formasi design arsitektur asimetris yang kelihatan estetis dan baik.

Poin of Interest atau Contrast

ialah fokal poin atau fokus perhatian dalam sebuah formasi/bangunan,yakni berbentuk tempat yang pertama kalinya diamankan oleh penglihatan mata. Pencet ini benar-benar menguasai, beberapa bagian atau barisan lain dari komposisiatau bangunan terkait kepadanya.

Ada beberapa langkah menerapkan p7.Kesatuan Design (Unity)rinsip ini pada design arsitektur. Beragam komponen dimulai dari wujud, warna, ukuran, status, sampai struktur atau visual.

Rasio (Scale)

ialah satu sistem pengukur (alat pengukuran) yang membahagiakan,bisa dalam unit cm, inchi atau apa dari unit-unit yang hendak diukur. Dalam arsitektur yang dimaksut dengan rasio ialah jalinan serasi di antara bangunan dan komponen-komponennya dengan manusia. Skala-skala itu ada banyak tipe yakni: rasio intim, rasio manusiawi, rasio bersejarah/istimewa, rasio surprise.

Rasio ialah perbedaan dari ruangan atau bangunan dengan lingkungan atau komponen arsitektural yang lain. Pada intinya, rasio pada design arsitektur tidak ada ketentuan khusus karena rasio dapat disamakan dengan nuansa atau kesan-kesan yang diharapkan.

Misalnya untuk memperoleh kesan-kesan istimewa, kamu dapat membuat ruang dengan tinggi yang semakin tinggi dibanding ruangan yang lain atau standard secara umum.

Kesatuan Design (Unity)

ialah keterpaduan yang memiliki arti tersusunnya beberapa elemen jadi satu kesatuan yang utuh dan cocok. Dalam masalah ini semua elemen sama-sama mendukung dan membuat satu kesatuan yang komplet, tidak terlalu berlebih, dan kurang.

Langkah membuat kesatuan dengan implementasi topik design. Gagasan yang menguasai akan membuat kemampuan dalam design itu. Beberapa unsur rupa yang diputuskan diatur dengan atau untuk memberikan dukungan topik.

Baca Juga :  Desain Rumah Kaca Yang Mengagumkan

Design arsitektur bisa jadi berbagai macam, tetapi bagaimana beragam komponen arsitektural itu dapat kelihatan serasi saat digabungkan jadi sebuah produk design arsitektur? Saat itu diperlukan konsep kesatuan dalam design atau unity dalam membuat sebuah produk.

Memberi kecocokan pada tiap elemen dalam design arsitektur dapat dilaksanakan dengan beragam hal misalnya dengan pemakaian warna, wujud, skema, material sampai style detil design.

Contoh implementasi lain dari konsep ini dalam design arsitektur dengan pemakaian wujud yang serupa. Misalnya saja kamu mengatur beragam tipe photo dalam frame dengan beragam ukuran dan warna. Beri wujud frame persegi yang serupa makan formasi pajangan frame photo punyamu akan kelihatan lebih bersatu keseluruhannya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *