4 Pangkalan Data (Arsitektur Program Prosedur Pangkalan Data)

4 Pangkalan Data (Arsitektur Program Prosedur Pangkalan Data)

Arsitek

Uraian Arsitektur Program Pangkalan Data

Arsitektur program pangkalan data menerangkan perancangan dasar program pangkalan data yang bakal dibuat. Arsitektur pangkalan data melukiskan grafik hubungan di antara elemen-elemen penyusun prosedur management pangkalan data. Elemen-elemen itu mencakup feature hardware, software, jaringan computer, dan pemakai. Berdasar pada arsitekturnya program prosedur management pangkalan data (SMBD) dibagi jadi beberapa jenis misalnya ialah seperti berikut:
SMBD terfokus (CDBMS). Di prosedur ini seluruhnya proses khusus dan guna prosedur management pangkalan data seperti pemakai application programs dan pemakai interface programs ada secara terfokus di satu computer berkecepatan dan kemampuan tinggi (main frame). Pemakai terhubung pangkalan data gunakan terminal computer.
SMBD terbagi (DDBMS) Di prosedur ini data diletakkan di beberapa tempat (site), tiap-tiap tempat ditata dengan satu DBMS yang bisa jalan secara independent. Feature lunak dalam prosedur ini akan mengontrol pembagian data secara terbuka.
SMBD paralel. Prosedur management pangkalan data ini gunakan beberapa processor dan disk yang direncanakan buat dilakukan secara paralel dan berbarengan. Prosedur ini dipakai buat membenahi kapasitas dari DBMS

Dari 3 variasi macam SMBD di atas terdapat sejumlah mode arsitektur program SMBD. Perubahan Arsitektur SMBD cukup sangat cepat dan cepat dengan ikuti mode yang searah dengan perkembangan arsitektur prosedur computer dan tehnologi data dan komunikasi. Beberapa variasi macam
arsitektur program SMBD itu antara lain adalah:
1) Arsitektur Teleprocessing.
2) Arsitektur File-Server Architecture
3) Arsitektur Singgle tier.
4) Arsitektur two-tier konsumen/server.
5) Arsitektur three-tier konsumen/server.
6) Arsitektur N-tier konsumen/server.
7) Paralel arsitektur

Centralized Database management Prosedur (CDBMS)

Di prosedur ini seluruhnya proses khusus dan guna prosedur management pangkalan data seperti pemakai application programs dan pemakai interface programs ada secara terfokus di satu computer berkecepatan dan kemampuan tinggi (main frame). Pemakai terhubung pangkalan data gunakan terminal computer. Di arsitektur ini dipakai computer main frame yang menyiapkan seluruhnya proses khusus seperti kegunaannya di DBMS (pemakai application programs dan pemakai interface programs). Wujud arsitektur terfokus ini melukiskan pengaksesan terminal-terminal computer (konsumen) di computer server, berwujud display data dan kontrol saja, lantaran di terminal computer tidak mungkin miliki resource yang lebih.

Baca Juga :  Penjelasan Bentuk Produk, Maksud, Manfaat serta Saran Pakar 

Bersamaan perubahan tehnologi dan menurunnya harga hardware, banyak terminal pemakai diganti dengan PC, namun demikian DBMS masih ditaruh terfokus (Application program execution dan pemakai interface processing ditaruh di satu mesin). Gambar di bawah ini menerangkan Arsitektur Centralized Database management Prosedur (CDBMS)

Distributed Database management Prosedur (DDBMS)

DDBMS miliki satu logikal pangkalan data yang dipisah ke beberapa fragment. Di mana tiap-tiap fragment diletakkan di satu atau mungkin lebih computer di bawah kontrol dari DBMS yang terpisah dengan mengkoneksi computer gunakan jaringan komunikasi. DDBMS memungkinnya direplikasi dan peruntukan penyimpanan diselinapkan hingga tak dimengerti pemakai. Di prosedur ini data diletakkan di beberapa tempat (site), tiap-tiap tempat ditata dengan satu DBMS yang bisa jalan secara independent.

Feature lunak dalam prosedur ini akan mengontrol pembagian data secara terbuka. Tiap-tiap site miliki potensi buat terhubung permohonan pemakai di data lokal juga bisa buat mengolah data yang diletakkan di computer yang lain terjalin dengan jaringan. Pemakai terhubung pangkalan data terbagi dengan gunakan dua program yakni program lokal dan program global,

Tigal pokok utama yang penting ada di pangkalan data terbagi ialah:
Independensi data terbagi: pengguna tak usah mengenal di mana data ada (adalah peningkatan konsep independensi data fisik dan pemikiran).
Transaksi bisnis terbagi yang atomic: pengguna bisa menulis transaksi bisnis yang terhubung dan ubah data di beberapa tempat seperti terhubung transaksi bisnis.
Transparan pangkalan data terbagi supaya tampak prosedur ini semisal pangkalan data terpusat. Hal Ini merujuk di konsep dasar dari DBMS. Transparan berikan fungsional yang bagus buat pemakai namun menjadikan banyak kasus yang muncul dan harus ditangani oleh DDBMS.
Ada dua type pangkalan data terbagi yakni
Homogen: yakni prosedur di mana tiap-tiap tempat jalankan type DBMS yang serupa.
Heterogen: yakni prosedur di mana tiap-tiap lokasi yang tidak serupa jalankan DBMS yang beda, baik Relational DBMS (RDBMS) atau non relational DBMS.

Baca Juga :  Apa Itu Desain Komunikasi Visual (DKV)

Client-Server Architecture

Rancangan arsitektur konsumen/server mengasumsikan suatu rangka dasar (frame-work) yang terbagi atas banyak PC yang terjalin lewat LAN bersama jenis-tipe jaringan computer yang lain. Satu Konsumen ialah mesin pemakai yang menyiapkan potensi pemakai interface dan local processing.

Satu Server ialah mesin yang menyiapkan beragam servis ke mesin konsumen (file akses, printing, archiving, or database akses). Ada peluang satu mesin cuma meng-install software konsumen saja, yang lainnya software server, atau sampai ke-2 nya di satu mesin (sama dalam gambar physical konsumen/server awal mulanya). Dua arsitektur DBMS yang menjadi dasar frame-work konsumen/server adalah two-tier konsumen/server dan three-tier konsumen/server.

Pekerjaan dari computer Konsumen ialah:
1) Mengontrol pemakai Interface.
2) Terima dan periksa syntax input dari pemakai.
3) Membentuk (Generates) permohonan DB dan kirimkan ke server.
4) Berikan tanggapan kembali ke pemakai.

Dan pekerjaan dari computer server ialah:
1) Terima dan memroses permohonan DB dari konsumen.
2) Periksa autorisasi.
3) Menanggung batas kredibilitas data.
4) Menghadirkan queri/proses up-date dan kirimkan ke pemakai.
5) Memiara Sistem Catalog.
6) Menyiapkan kontrol recovery.
7) Menyiapkan akses pangkalan data yang tepat.

Keunggulan dari prosedur arsitektur client-server ini adalah:
1. Konsumen bertanggungjawab dalam mengurus antara muka pengguna (meliputi pemikiran penyuguhan data, pemikiran pemrosesan data, pemikiran peraturan usaha).
2. Database server bertanggungjawab di penyimpanan, pengaksesan, dan pemrosesan database.
3. Otentikasi pengguna, penelusuran integratif, perawatan data dictionary dikerjakan di database server.
4. Akses yang makin luas kepada database.
5. Tingkatkan perform dan stabilitas.
6. Pengurangan cost hardware, cost komunikasi dan beban jaringan

Di database konsumen/server, saat pengaksesan DBMS diperlukan: program buka hubungan ke DBMS server, sekali hubungan dibuat jadi program konsumen bisa melakukan komunikasi dengan DBMS. Contoh: ODBC (Open Database Connectivity) yang menyiapkan API (Application Programming Interface), JDBC, yang dipakai program konsumen Java untuk akses ke DBMS.

Baca Juga :  Artian Rancangan Produk, Arah, Peran dan Masukan Pakar

Hubungan di antara konsumen dan server waktu pemrosesan query SQL ialah seperti berikut:
1. Konsumen mengerjakan parsing query pengguna dan merusaknya ke beberapa query independent buat tiap-tiap tempat. Tiap-tiap query itu diantar ke server yang tepat.
2. Tiap-tiap server mengolah query lokal dan berkirim rekan hasil ke konsumen.
3. Konsumen memadukan hasil sub query untuk membuat dari hasil query asal yang diantar.

Di pendekatan itu Server SQL: disebutkan transaction server (database prosesor (DP) / back-end machine / DBMS), dan Konsumen: disebutkan application prosesor (AP) atau front-end machine.

Three Tier Architecture adalah pembaharuan dari arsitektur client-server. Di arsitektur Three-tier ini ada application server yang berdiri pada konsumen dan database server. Contoh dari application server ialah IIS sebagianya. (Internet Information Serviss), WebSphere, dan Arsitektur ini pisahkan di antara pemikiran program dari management data, yang mencakup:
1. Presentation Tier (Konsumen) Berisi interface alami yang diperlukan pemakai buat bikin request, menyiapkan input dan menyaksikan hasil. (GUI)
2. Middle Tier (Application Layer/Website Server) Berisi pemikiran program buat dilakukan, beragam ragam code program (C++, Java, dan lain-lain) menjadi proses usaha logic yang kompleks. (Application Programs, Website Pages).
3. Data Manajemen Tier (Database Server) Berisi DBMS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *